TRILOGI IMM ARAH GERAKKU
Oleh : Muslikhatunnisa
Perlu diketahui bahwa setiap organisasi pasti mempunyai tujuan dan setiap organisasi juga mempunyai cara tersendiri untuk mencapainya tujuan tersebut. Begitu juga dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang arah geraknya berlandaskan pada Ideologi Muhammadiyah yaitu Al-Qur'an dan Sunnah yang bertujuan "Mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah" dan tujuan Muhammadiyah sendiri adalah "Menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran agama islam sehingga terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya". Dengan pemahaman berikut seorang akademisi islam yang profetik, kader ikatan mahasiswa muhammadiyah memiliki karakter yang berbeda dalam memberikan kontribusi kepada ikatan.
Trilogi IMM merupakan media perjuangan IMM yang mengarah pada Gerakan keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan yang artinya IMM merupakan gerakan Intelektual Profetik yang mana kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus bisa memiliki sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi yaitu sifat amanah, dan bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukan, dan yang terpenting adalah sifat militansi kader dalam menyelesaikan permasalahan untuk mencapai kemaslahatan umat manusia pada tantangan global. Dalam trilogi IMM terdapat tiga ranah yang mencakup aspek kehidupan yakni :
Keagamaan, mengutamakan jalan dakwah amar ma'ruf nahi munkar dengan menerapkan aqidah dan akhlak yang mengacu pada tujuan Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya, selaras dengan tujuan IMM terbentuknya akademisi islam yang berakhlaq mulia. Sehingga kader IMM harus memiliki aqidah yang murni yang diwujudkan dalam bentuk disiplin beribadah dan beraklak mulia terhadap sesama. Dalam bidang kesehatan terutama dalam ranah gizi nilai keagamaan yang dapat diimplementasikan yaitu dengan cara memilih makanan halal dan thoyib. Makanan merupakan sumber energi bagi manusia agar dapat melakukan segala aktivitasnya. Makanan yang masuk kedalam tubuh dapat mempengaruhi segala aktivitas bahkan apabila seorang mengonsumsi makanan yang tidak halal maka akan berdampak juga pada keimanannya.
Kemahasiswaan, ranah ini yang nantinya akan memberikan pengaruh besar dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai salah satu elemen bangsa merupakan gerakan kemahasiswaan yang memiliki peran strategis untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang baik. Sebagai agen of change, agen perubahan yang akan membawa kemajuan dikemudian hari. Sebagai seorang mahasiswa yang bergerak dibidang kesehatan harus mampu menguasai ilmu yang telah didapatkan, mampu berfikir secara universal sehingga dapat menghasilkan inovasi-inovasi untuk kepentingan bersama tanpa membedakan golongan atau kepentingan suatu kelompok tertentu dan dapat berguna bagi masyarakat luas. Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) seharusnya terbuka dengan pengetahuan-pengetahuan yang luas, dapat memahami segala bentuk tanggungjawab dalam menyikapi segala macam permasalahan yang ada sesuai dengan perubahan zaman. Albert Einstein mengatakan "Iman tanpa ilmu seperti orang buta dan ilmu tanpa iman laksana orang lumpuh". Tak lepas dari pengilmuan IMM yaitu Iman, Ilmu, dan Amal merupakan setali tiga uang. Iman dan ilmu bersifat abstrak sedangkan amal bersifat konkret. Ketiga point ini memiliki andil yang besar dalam mensukseskan dakwah. Dalam hal ini, IMM menampilkan jargon "ilmu harus amaliah dan beramal mesri ilmiah" bahwasannya kita harus menguasai ilmu dahulu kemudian harus mengimplementasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas.
Kemasyarakatan, berkaitan dengan kesejahteraan umat manusia dalam pengaktualisaian ilmu secara obyektif dan realistis yang diperoleh dari berbagai aspek pembelajaran sehingga mampu diterima oleh masyarakat. Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) harus memiliki jiwa sosial, rasa solidaritas yang tinggi dengan sesama manusia dan mampu menjadi pelopor serta menjadi teladan dalam perubahan yang terjadi di masyarakat. Dengan mengaktualisasikan ilmu yang sudah didapatkan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang bergerak dibidang kesehatan dapat menyelenggarakan bakti sosial di masyarakat yang masih minim akan tingkat kesadaran mengenai kesehatan. Gizi menjadi aspek penting dalam menanggulangi permasalahan kesehatan terutama berkaitan dengan asupan makanan. Dengan mensosialisasikan makanan yang tinggi akan zat gizi serta pemanfaatan pangan lokal yang ada dapat menjadi sarana untuk meningkatkan status gizi di masyarakat. Harapannya apabila status gizi masyarakat meningkat maka nantinya generasi muda dapat terhindar dari penyakit dan bisa menjadi generasi yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama terutama bagi agama islam dan persyarikatan.
Trilogi IMM menjadi ciri khas dalam pergerakan IMM. Oleh karena itu, sebagai seorang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) harus dapat mengaktualisasikan trilogi IMM dalam ranah dahwahnya serta menjadikan trilogi sebagai acuan dalam setiap kegiatannya. Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sepatutnya harus berakhlaq mulia serta dapat menjadi pionir kebaikan di lingkungannya. Serta yang paling penting adanya ruang untuk mengimplementasikan segala macam ilmu yang telah didapat untuk diimplementasikan ke masyarakat dengan memberikan manfaat terhadap ilmu yang telah dipelajari secara langsung sebagai bentuk aksi nyata. Sehingga Trilogi IMM tidak hanya isu atau wacana melainkan benar-benar jati diri dan ciri khas dari Gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Dengan begitu kader IMM memiliki karakter yang mencakup aspek keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Mampu mempertahankan konsolidasinya dan tetap mampu mempertahankan ciri khas kader IMM yaitu karakter intelektual profetik.
Komentar
Posting Komentar